Dia bohong.
Dia bilang suatu hari nanti akan ada seorang yang akan mencintai aku. Akan ada seorang yang yakin bahwa aku adalah cintanya, yakin bahwa aku akan bersama dengannya seumur hidup kami. Dia bohong.
Aku sudah 22 tahun sekarang dan belum pernah sekalipun ada seorang yang datang padaku dan mengatakan bahwa akulah cintanya. Aku pernah jatuh cinta pada seorang tetapi sayang hanya bertepuk sebelah tangan. Dia bohong.
Aku benci film romantis. Itu hanya membuat aku berfantasi tentang cinta yang sepertinya tidak akan pernah ada. Mungkin sang sutradara juga tidak pernah merasakan cinta sehingga dia menciptakan cinta yang dia anggap sempurna di dunia film yang tidak mungkin menjadi nyata. Dia bohong.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci diriku sendiri saat aku sadar bahwa aku sudah jatuh kepalang dalam cinta. Aku benci mempunyai emosi yang tidak dapat kupahami. Aku benci saat aku tidak dapat mengatakan tentang ini kepadamu. Aku benci karena kamu tidak cinta aku. Dia bohong.
Aku benci saat kamu lebih memilih wanita jalang menjadi tempatmu mencari kesenangan. Padahal kamu tahu wanita jalang itu tidak mungkin bersatu denganmu. Dia bohong. Lagi.
Aku benci dia. Dia yang menyatakan ada cinta di dunia ini. Dasar bodoh. Cinta itu hanya luapan emosi semata. Cinta itu hanyalah campuran perasaan-perasaan. Bukan sesuatu yang baru. Bukan sesuatu yang tidak dapat didefinisikan. Cinta itu adalah keinginan untuk memiliki, keinginan untuk menyentuh, keinginan untuk mencium, keinginan untuk membahagiakan, cemburu yang tak masuk akal. Cinta itu hanyalah kreasi para pujangga, novelis, dan sutradara. Bahkan cinta itu hanyalah angan-angan para manusia yang belum dewasa, yang menganggap dapat mengalahkan segalanya saat ada cinta. Dia bohong.
Cinta tidak mungkin datang pada pandangan pertama. Dia bohong. Semua orang bohong. Bahkan ayah ibuku bohong.
Cinta itu menyebalkan. Karena seluruh dunia juga tahu kalau cinta bisa hilang. Saat cinta hilang barulah mereka sadar kalo mereka tidak menginginkannya. Dia bohong.
Aku benci cinta. Aku benci cinta kalau cuma datang satu arah. Seakan-akan sang malaikat cinta secara sengaja menghilangkan panah cinta yang seharusnya ditembakkan juga kepada kamu. Panah bodohnya itu hanya menembak hatiku saja. Itu salahnya. Dia bohong.
Aku benci karena aku cinta kamu. Aku benci karena aku sempat termakan ciptaan pujangga-pujangga kurang kerjaan itu. Aku benci karena kamu begitu tolol dan lebih tololnya lagi aku masih cinta kamu. Aku benci karena kamu orang pertama yang muncul di otakku tiap aku bangun tidur dan orang terakhir yang muncul tiap aku mau tidur. Aku benci karena kamu tidak menganggap aku seperti aku kepadamu. Aku benci karena kamu bajingan. Bangsat kamu.