saya selalu suka waktu hening. di mana suara yang saya dengar bisa saya pilih. seperti sekarang ini, saya mendengar lagu “Jangan Lupakan” oleh Nidji

would it be nice to hold you. would it be nice to take you home. would it be nice to kiss you.

saya mendengar lagu ini sambil mengingat kamu yang selalu saya sayangi. why so sudden? iya, saya baru saja bertengkar dengan laki-laki itu lagi. orang yang selalu sayang anggap tidak pantas jadi abang. kalau bertengkar dengan dia, artinya saya ngelawan semua anggota keluarga saya yang lain alias ayah ibu saya. jadi daripada saya dipukul, mending saya masuk kamar dengan tampang cool. ngapain ngasitau mereka kalau saya sedih. ngapain kasitau mereka kalau saya menangis.

maaf ya, saya pakai wajah kamu lagi untuk mengalihkan kesedihan saya. soalnya saya tidak tahu harus mengingat wajah siapa lagi supaya saya tidak terlalu sedih.

selalu saya yang salah. ya saya tahu saya wanita sudah kodratnya jadi pesuruh. saya sampe capek cerita di sini. pokoknya intinya, saya merasa diperlakukan tidak adil. klise sih, namanya saya lagi emosi, ya pasti merasa paling benar. tapi saya benar-benar tidak terima dia berteriak di telinga saya sampai air ludahnya pun sampai muncrat ke wajah saya. dan ayah ibu saya cuma diam saja dan malah berkata bahwa saya memang pantas diperlakukan seperti itu karena tingkah laku saya yang kasar. ibu saya mengatakan saya sombong dan menganggap diri saya seperti raja. padahal yang saya inginkan hanya diperlakukan layaknya seorang wanita. wanita. salah ya? saya kan wanita.

ya saya memang kasar. tapi menurut saya tidak sekasar itu sampai pantas diteriakin seperti itu.

jadi saya meningat wajah kamu. karena saya yakin entah kenapa semarah apapun kamu dengan seseorang, kamu pasti tidak akan berbuat seperti itu ke lawan jenis kamu.

terimakasih karena membuat saya yakin.

saya pernah berjanji ke diri saya sendiri bahwa saya tidak akan berusaha membuat mereka senang. karena tidak akan bisa. saya tidak bisa memenuhi standar hidup mereka walaupun mereka adalah keluarga saya.

ini adalah saat bahagia saya. sekarang saya sudah bisa menjawab kalau ada yang bertanya kepada saya what is my happiest moment. ini dia. waktu hening. di mana saya benar-benar sendiri dan mengingat kamu. membuat cerita baru di otak saya di mana kamu menyayangi saya lebih dari segala sesuatu. di mana kamu akan memeluk saya atau memegang tangan saya. atau bahkan hanya duduk di samping menemani saya sampai saya bolehkan kamu pulang.

hanya di waktu hening ini semua yang saya inginkan bisa terjadi.

Advertisement