“Aku gak mau kita ketemuan lagi.”
“Hah? Maksudnya?”
“Aku gak mau kita ketemuan lagi. Memangnya harus berapa kali gue ulangin. Gue gak mau ketemu lo lagi.”
“Erika, kamu kenapa tiba-tiba kek gini? Aku ngapain?”
“GUE mau tidur. Can you get out, please?” Erika mencoba menahan air matanya.
Raka menganga melihat perubahan Erika yang sebegitu drastisnya. Apa salahku, Re?
“Aku….”
“GET OUT.”
Setelah Raka bergegas keluar, Erika menangis sejadi-jadinya. Erika tau, sudah saatnya dia meninggalkan Raka. Raka sudah terlanjur jatuh hati padanya. Erika tidak mau Raka tau tentang tulangnya.

Ou God, he deserves woman a lot better than me.
Raka bingung. Dia tidak pernah melihat Erika lepas kendali akan emosinya.
Kenapa dia? Aku harus tanya Bon dan Moya.